Minggu, 23 Agustus 2009
Profil Pribadi Muslim
Ibnu Sholman
Today at 6:44am
Al Qur’an dan Sunnah merupakan dua pusaka Rosulullah Saw yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam setiap aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim.
Bila disderhanakan, sekurang-kuurangnya ada sepuluh profil atau ciri khas pribadi muslim :
1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah SWT.
“ Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS 6:162)
2. Shohihul Ibadah (Ibadah yang benar)
Rosulullah bersabda : “ Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.”
Dalam melaksanakan setiap ibadah haruslah merujuk pada sunnah Rosul SAW tidak boleh ada unsure penambahan dan pengurangan.
3. Matinul Khuluq (Akhlaq Yang Kokoh)
Rosulullah diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau telah mencontohkan kepada kita akhlak yang agung sehingga diabadikan dalam Al Qur’an
“ Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS 68:4)
4. Qowiyul Jismi (Kekuatan Jasmani)
Shalat, puasa, zakat dan haji adalah amalan di dalam islam yang harus dilakukan dengan fisik yang sehat atau kuat.
Rosulullah SAW bersabda : “ Mu’min yang kuuat lebih aku cintai dari pada mu’min yang lemah.” (HR. Muslim)
5. Mutsaqqoful Fikri (Intelek dalam berfikir)
Salah satu sifat Rosul adalah fatonah (cerdas) dan AlQuran banyak mengungkapkan ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berpikir.
“ Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya." Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, “(QS 2:136)
khamar[136] = segala minuman yang memabukkan.
“ (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS 39:9)
6. Mujahdatul linafsi (Berjuang melawan hawa nafsu0
“ Tidak beriman seseorang sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR.Hakim)
7. Harishun ala Waqtihi (Pandai maenjaga waktu)
Diantara yang disinggung nabi SAW adalah memanfaatkan momentum 5 perkara sebelum datang 5 perkara.
8. Munazhzhamun fi syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
Bersungguh-sungguh,bersemangat,dan berkorban dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan urusan.
9. Qodiru alal Kasbi (memiliki usaha sendiri/mandiri)
Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi.
10. Nafi’un Lighoirihi (Bermanfaat bagi yang lain)
Merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim.
“Sebaik-baik manusia adalah yang yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR Qudhy dari Jabir ra)
- - - - - - -
Sabtu, 22 Agustus 2009
ALLAH selalu bersama kita
Ibnu Sholman
August 18 at 11:31pm
Suatu ketika Abdullah bin Umar bersama Abdurrahman berada di padang pasir terik menuju kota Makkah, mereka tampak kelelahan dan kehausan. Abdullah bin Umar berkata, “Alangkah besarnya kebutuhan kita pada seteguk air untuk penawar dahaga kita yang hebat ini, demi Allah aku tak sanggup lagi menahan rasa haus. Sambil berjalan mereka berbicara saling menasehati.
Tiba-tiba mereka diam dan tertegun melihat benda hitam di tengah padang pasir, ternyata gerombolan hitam itu adalah gembalaan kambing dan seorang pengembala yang tengah tidur. Pengembala terbangun daan mempersilahkan tamunya untuk duduk ditempat teduh, diperahnya susu kambing dan diberikan baskom kepada mereka berdua.
“ Silahkan minum air susu ini, mudah-mudahan mengurangi rasa letih tuan-tuan.”. Abdullah dan Abdurrahman minum dan bersyukur atas karunia Allah. Mereka mengucapkan terima kasih.
Diberikannya sisa susu untuk diminum oleh sang penggembala. Ternyata pengembala itu tengah berpuasa di tengah hari yang panas setelah didesak terus mengapa ia tidak mau minum susu.
Mereka berdua semakin heran dengan sikap si penggembala yg aneh sehingga ingin mengujinya.
Penggembala tampak kebingungan saat mereka minta makan sementara ia tidak punya makanan. Kebingungan bertambah ketika mereka meminta seekor kambing untuk dimakan bersama. “Kalau kau merasa berat untuk melakukannya aku siap membantumu”, pinta Abdullah bin Umar.
Kambing-kambing itu bukan milikku, saya hanyalah seorang budak. Majikanku hanya memberi ijin untuk memberi minum muafir tetapi belum mengijinkan saya untuk memotong kambingnya, Rumah majianku berada sejauh perjalanan 3 malam”, menjawab pertanyaan Abdullah. Abdullah bin Umar dan Abdurrahman penasaran dengan sikap yang ditunjukkan budak mulia itu.
Abdullah menawar agar kambingnya dijual dan mau memberikan harganya tapi ditolak dengan ucapan “Bagaimana kalau majikanku tidak menerima harga itu?” Pertanyaan mengalir dari Abdullah “Bukannya majikanmu tidak melihat, katakan kambingmu dimakan serigala!”
“ Kalaulah demikian dimana Allah..? Dimana Allah?” jawab sang penggembala.
Dari kisah diatas budak penggembala tersebut telah memperlihatkan jati diri Islam dalam seluruh aspeknya. Dia merasa diawasi oleh Allah SWT dalam seluruh gerak langkah hidupnya. Ia tidak mau berbuat yang dilarang-Nya. Ia tidak mau menghianati majikannya. Ia telah memahami ma’iyatullah bahwa ia sadar Allah selalu bersama dan memperhatikannya.
DIAM Saja Ibadah Apalagi...
Ibnu Sholman
August 21 at 12:30am
DIAM
Oleh : Ustadz Arifin Ilham – Azzikra.org
Assalamu'alaikum Wr Wb
Puasa adalah diam, tentu bukan sembarang diam, bukan takut kebenaran, bukan karena bodoh, tetapi diam adalah bernilai ibadah karena sedang berpuasa. Kalau diamnya saja bernilai ibadah apalagi kalau beraktivitas ibadah dan beramal saleh, membaca Al Quran, menuntut ilmu, sedekah, mencari nafkah yang halal sampai berdakwah. Maka sungguh pantaslah mereka berpuasa mendapat nilai berlipat ganda dari Allah SWT. Subhanallah.
Diamnya orang mukmin adalah tafakur dan tadabbur. Dari mana aku? Di mana aku? Kemana aku akhirnya? Rotasi dan evolusi alam ini dalam bilion-bilion galaksi yang mencengangkan para kosmolog, renungan inilah membuat orang beriman itu sujud tersungkur diharibaan Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam QS Qaf ayat 18, "Tidaklah berkata satu kata kecuali dicatat oleh Malaikat Roqib dan Atid."
Rasulullah SAW pun mengingatkan, barang siapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhirat hendaklah berkata baik, benar, jujur, sopan, santun, mulia kalau tidak maka diam.”
Karena itu aktivitas lisan orang mukmin hanya dua, kalau tidak bisa bicara baik maka diam, tetapi kalau bisa bicara baik itu lebih baik dari pada diam.
Sungguh tepat sikap Siti Maryam menghadapi fitnah dengan diam, ”Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa – berdiam untuk Tuhan Yang Maha Kuasa maka aku tidak berbicara dengan siapa pun pada hari ini."
Ada waktu untuk bicara, ada tempatnya untuk bicara bahkan kadang tidak hanya untuk menyampaikan tetapi yang lebih penting adalah sampai, karena itu ayat-ayat Al-Quran menggambarkan ucapan orang yang takut kepada Allah SWT.
Qaulan sadida atau ucapan tegas (QS 33:70), qaulan tsaqila atau ucapan berbobot (QS 73:5), qaulan layyina atau ucapan lembut (QS 20:44), qaulan ma’rufa atau ucapan baik dan sopan (QS 4:5). Sungguh betapa banyak orang yang diam-diam itu tatkala berbicara mengagumkan karena ia berdiam, mendengar, merenung, baru berbicara, Subhanallah.
Rasulullah SAW tidak menyukai orang yang banyak bicara dan pandai beretorika (tsar tsarah), besarlah kebencian Allah kepada orang yang berbicara tetapi tidak mengamalkan. Orang mukmin itu apa yang di hatinya itulah yang diucapkan dan apa yang diucapkan itulah yang diamalkan komitmen dan konsisten. Ingat hal yang membatalkan pahala puasa adalah dusta dan ghibah, karena itu belajarlah diam di dalam puasa ini.
Wassalamu'alaikum Wr Wb.
dikutip dari:
MENGAPA KITA BERPUASA
= = = =
Oleh : Ustadz Arifin Ilham – Azzikra.org
Jakarta -Assalamu'alaikum Wr Wb
Bukankah makan minum itu halal? Lalu mengapa saat berpuasa kita harus mengendalikannya. Secuil rahasia terbaca di antaranya.
Pertama : Halal saja orang mukmin itu mampu mengendalikannya apalagi yang haram. Alangkah pakemnya rem iman orang mukmin itu dan ini modal besar menghadapi kehidupan serba serbi maksiat, “jangankan yang halal yang haram pun susah”.
Kedua : Justru halal harus dikendalikan kalau tidak terkendali maka mubazir – isroof, dan itu sifat-sikap setan yang dibenci oleh Allah.( 17 : 27) Ditengah masyarakat yang konsumtif, “To have more to use more”, Islam mengajarkan, “ What i need not i want”, itulah kesederhanaan.
Ketiga: Di sinilah keagungan ajaran Allah, dengan menahan makan minum terasa lezatnya makan minum, betapa banyak orang yang sakit tidak bisa makan minum atau orang yang memang susah tidak bisa makan minum karena miskin. Allah ingin mendidik kita menjadi hambaNya yang pandai bersyukur, apalagi Allah mengajarkan pengendalian seks kecuali kepada yang dihalalkan. Pemuda –pemudi yang mampu menahan syahwatnya dan berhasil tidak menjamah yang bukan mahramnya bukan saja membuat dahsyatnya dan sakralnya sebuah pernikahan tetapi bahkan meraih kepuasan spiritual dan kelezatan biologis walaupun ini sangat langka. Ternyata puasa itu sehat, halal itu nikmat, isteri kita itu pun menjadi bidadari, Subhanallah.
Keempat: Makan minum adalah perut dan seks adalah dibawah perut, yang sekarang menjadi 'agama baru' yaitu materialisme dan hedonisme dan inilah yang merusak tatanan desa dunia ini dan negeri inipun ambruk karena korupsi dan seks, broken home, hatta juru dakwah pun tanpa malu menyebut tarif ngamennya. Rasul pun ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan manusia masuk surga dan ke neraka? Jawaban Beliau ringkas :”mulut dan kemaluan” -al fammu wal farju, siapa yang mampu menjaga mulut dan kemaluannya surgalah baginya, kalau tidak nerakalah untuknya. Maaf, jangan alergi bicara surga neraka karena pada akhirnya satu diantara dua itulah tempat kembali kita.
Kelima : Allah tidak berhajat sedikit pun pada makhlukNya Almustagna ‘an‘ibaadihi maka segala perintah dan larangan Allah untuk kemaslahatan makhlukNya. Allah tidak makan tidak minum, malah Allah memberi makan minum, ( 6 – 14 ) dan Allah tidak memiliki pasangan, ( 6:101 ) karena itulah Allah mengajarkan kita untuk berakhlak sebagaimana akhlaknya Allah, Takhallaqu biakhlaaqilllah demikian pinta Allah dalam hadits Qutsi. Cinta, kasih sayang, menolong, senang memberi, berjuang bahkan berkorban dan ini pula sifat Malaikat-malaikat Allah yang didesaign oleh Allah tanpa nafsu, tidak heran makhluk yang mulia itu terkagum-kagum kepada orang mukmin yang berpuasa,” punya nafsu kok bisa tahan”.
Keenam : Terjadilah revitalisasi rohani, pengimanan nafsu, nafsu-jasmani yang liar ditundukkan oleh iman-rohani, lahirlah akhlak yang mulia, ikhlas, sabar, syukur, rendah hati, jujur dan sebagainya.
Ketujuh : Kalau target hidup ini hanya makan-minum dan seks itu adalah target hewan. “Dan Kami hendak memuliakan manusia pada derajat yang mulia (dengan Alqur’an dan Sunnah) tetapi dia lebih mencintai dunia dan memperturutkan hawa nafsunya maka perumpamaan mereka bagaikan anjing..( 7 : 176 ). Satelit intelijen Amerika belajar kepada burung hud-hud Nabi Sulaiman, para hewan mengajarkan sains dan teknologi kepada manusia tetapi juga sifat-sifat hewan yang harus menjadi pelajaran.
Kedelapan : Karena itulah Allah melarang puasa wishol, puasa tanpa putus, misalnya tanpa buka seminggu atau puasa setiap hari. Dari pengalaman puasa selama Ramadan sangat efektif mencetak pribadi yang terbiasa taat. Toh juga tidak selamanya berpuasa, bukankah ada saatnya berbuka? Bukankah ada saatnya Idul Fitri? Bukankah ada saatnya kita menghadap Allah? Bukankah suasana itu sangat membahagiakan?. Kalau begitu, apa susahnya taat dan sabar sebentar di dunia yang sebentar ini, jangan karena enak sesaat kita menderita berkepanjangan, justru olah lah hidup yang sesaat ini untuk berarti hidup panjang hari tanpa akhir. Subhanallah terima kasih ya Allah Kau ajarkan kami berpuasa agar kami bahagia. Selamat menikmati puasa saudaraku.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Dikutip dari:
TAYAMUM SEBAGAI PENGGANTI WUDHU
Ibnu Sholman
Today at 9:13am
Menyikapi Perbedaan
Suatu hari di sebuah perjalanan dua orang sahabat berbeda pendapat mengenai masalah tayamum sebagai pengganti wudlu karena tidak menemukan air untuk berwudlu, yg satu melakukan tayamum dan sholat, yg satunya lagi melakukan hal yg sama tetapi pada waktu menemukan air sahabat ini berwudlu dan melakukan sholat lagi.
Kemudian mereka berdua bertemu Rosulullah dan mengadu.
Sabda Rosul : " Yg satu mendapatkan 2 pahala, yg satunya lagi mendapatkan 1 pahala"
Dlm sebuah bukunya Syech Abdullah bin Baz, ulama dari Mekkah.." yg benar mendpt 2 pahala..yang lainnya 1 pahala"
PERUT DIBAWAH PERUT
= = = =
Oleh : Ustadz Arifin Ilham – Azzikra.org
Jakarta -Assalamu'alaikum Wr Wb
Bukankah makan minum itu halal? Lalu mengapa saat berpuasa kita harus mengendalikannya. Secuil rahasia terbaca di antaranya.
Pertama : Halal saja orang mukmin itu mampu mengendalikannya apalagi yang haram. Alangkah pakemnya rem iman orang mukmin itu dan ini modal besar menghadapi kehidupan serba serbi maksiat, “jangankan yang halal yang haram pun susah”.
Kedua : Justru halal harus dikendalikan kalau tidak terkendali maka mubazir – isroof, dan itu sifat-sikap setan yang dibenci oleh Allah.( 17 : 27) Ditengah masyarakat yang konsumtif, “To have more to use more”, Islam mengajarkan, “ What i need not i want”, itulah kesederhanaan.
Ketiga: Di sinilah keagungan ajaran Allah, dengan menahan makan minum terasa lezatnya makan minum, betapa banyak orang yang sakit tidak bisa makan minum atau orang yang memang susah tidak bisa makan minum karena miskin. Allah ingin mendidik kita menjadi hambaNya yang pandai bersyukur, apalagi Allah mengajarkan pengendalian seks kecuali kepada yang dihalalkan. Pemuda –pemudi yang mampu menahan syahwatnya dan berhasil tidak menjamah yang bukan mahramnya bukan saja membuat dahsyatnya dan sakralnya sebuah pernikahan tetapi bahkan meraih kepuasan spiritual dan kelezatan biologis walaupun ini sangat langka. Ternyata puasa itu sehat, halal itu nikmat, isteri kita itu pun menjadi bidadari, Subhanallah.
Keempat: Makan minum adalah perut dan seks adalah dibawah perut, yang sekarang menjadi 'agama baru' yaitu materialisme dan hedonisme dan inilah yang merusak tatanan desa dunia ini dan negeri inipun ambruk karena korupsi dan seks, broken home, hatta juru dakwah pun tanpa malu menyebut tarif ngamennya. Rasul pun ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan manusia masuk surga dan ke neraka? Jawaban Beliau ringkas :”mulut dan kemaluan” -al fammu wal farju, siapa yang mampu menjaga mulut dan kemaluannya surgalah baginya, kalau tidak nerakalah untuknya. Maaf, jangan alergi bicara surga neraka karena pada akhirnya satu diantara dua itulah tempat kembali kita.
Kelima : Allah tidak berhajat sedikit pun pada makhlukNya Almustagna ‘an‘ibaadihi maka segala perintah dan larangan Allah untuk kemaslahatan makhlukNya. Allah tidak makan tidak minum, malah Allah memberi makan minum, ( 6 – 14 ) dan Allah tidak memiliki pasangan, ( 6:101 ) karena itulah Allah mengajarkan kita untuk berakhlak sebagaimana akhlaknya Allah, Takhallaqu biakhlaaqilllah demikian pinta Allah dalam hadits Qutsi. Cinta, kasih sayang, menolong, senang memberi, berjuang bahkan berkorban dan ini pula sifat Malaikat-malaikat Allah yang didesaign oleh Allah tanpa nafsu, tidak heran makhluk yang mulia itu terkagum-kagum kepada orang mukmin yang berpuasa,” punya nafsu kok bisa tahan”.
Keenam : Terjadilah revitalisasi rohani, pengimanan nafsu, nafsu-jasmani yang liar ditundukkan oleh iman-rohani, lahirlah akhlak yang mulia, ikhlas, sabar, syukur, rendah hati, jujur dan sebagainya.
Ketujuh : Kalau target hidup ini hanya makan-minum dan seks itu adalah target hewan. “Dan Kami hendak memuliakan manusia pada derajat yang mulia (dengan Alqur’an dan Sunnah) tetapi dia lebih mencintai dunia dan memperturutkan hawa nafsunya maka perumpamaan mereka bagaikan anjing..( 7 : 176 ). Satelit intelijen Amerika belajar kepada burung hud-hud Nabi Sulaiman, para hewan mengajarkan sains dan teknologi kepada manusia tetapi juga sifat-sifat hewan yang harus menjadi pelajaran.
Kedelapan : Karena itulah Allah melarang puasa wishol, puasa tanpa putus, misalnya tanpa buka seminggu atau puasa setiap hari. Dari pengalaman puasa selama Ramadan sangat efektif mencetak pribadi yang terbiasa taat. Toh juga tidak selamanya berpuasa, bukankah ada saatnya berbuka? Bukankah ada saatnya Idul Fitri? Bukankah ada saatnya kita menghadap Allah? Bukankah suasana itu sangat membahagiakan?. Kalau begitu, apa susahnya taat dan sabar sebentar di dunia yang sebentar ini, jangan karena enak sesaat kita menderita berkepanjangan, justru olah lah hidup yang sesaat ini untuk berarti hidup panjang hari tanpa akhir. Subhanallah terima kasih ya Allah Kau ajarkan kami berpuasa agar kami bahagia. Selamat menikmati puasa saudaraku.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
dikutip dari
fakhrurozi19.blogspot.com
Jumat, 21 Agustus 2009
FLU BURUNG
FLU BURUNG
A. EPIDEMOLOGI
Penularan Flu burung (H5N1) pada unggas terjadi secara cepat dengan kematian tinggi. Penyebaran penyakit ini terjadi diantara populasi unggas satu pertenakan, bahkan dapat menyebar dari satu pertenakan ke peternakan daerah lain. Sedangkan penularan penyakit ini kepada manusia dapat melalui udara yang tercemar virus tersebut, baik yang berasal dari tinja atau sekreta unggas terserang Flu Burung. Adapun orang yang mempunyai resiko besar untuk terserang flu burung (H5N1) ini adalah pekerja peternakan unggas, penjual dan penjamah unggas.
DAFTAR KASUS
Kematian unggas indikator adanya flu burung:
| TANGGAL | Tempat KASUS |
| 19 Januari 1998 | flu burung marak di hongkong |
| 29 Agustus 2003 | Pekalongan, Jawa Tengah, dan mulai menyebar di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur |
| 22 Oktober 2003 | Banyumas |
| 19 November 2003 | Jawa Barat dan |
| 22 Desember 2003 | Wabah terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur diikuti wabah tetelo |
| 15 Januari 2004 | ASIA, (sudah menjangkit ke |
| 27 Februari 2004 | Kembali melanda Jawa Barat |
| 14 Maret 2005 | Sulawesi Selatan, mematikan ratusan ribu ayam |
Kematian Unggas Akibat Wabah Flu Burung di Indonesia (2004-2006)
| LOKASI | KEMATIAN UNGGAS |
| | 188.230 unggas |
| | 25.572 ayam buras dan burung puyuh |
| | 15.091 unggas |
| | 1.780 ayam |
| Kabupaten Batanghari, Jambi | 4132 ayam |
| | 343 ayam ras dan bukan ras |
| Kabupaten Kulonprogo | 73.641vayam ras dan bukan ras |
| Kabupaten gunung kidul | 2.652 ayam ras dan bukan ras |
| Kabupaten Sleman | 36.272 ayam ras dan bukan ras |
| Kabupaten Karanganyar | 93.500 burung puyuh, 930 ayam buras, dan 310 itik |
| Kabupaten Klaten | 400 ayam petelur dan 15.000 burung puyuh |
| Kabupaten Boyolali | 34.400 burung puyuh |
| Kabupaten Grobogan* | 48 ayam buras |
| Kabupaten Sragen* | 475 ayam buras, 13.450 burung puyuh |
| | 10.000 burung puyuh |
| Kabupaten Sukabumi | 500 ayam buras, 200 ayam pelung, dan 1.600 broiler |
| Kabupaten Indramayu | 8000burung puyuh dan 72 ayam buras |
| Kabupten Subang | Ratusan ayam |
Kasus Flu Burung Dalam Satu Keluarga
| TANGGAL | LOKASI | KASUS |
| 13-7-2005 | Serpong, Tangerang | Iwan Siswara bersama dua anaknya, Sabrina Nur Aisyah (8) dan Thalita Nurul Ajizah (1). Ketiganya meninggal dunia |
| 10-9-2005 | Pesanggrahan. | Rini Dina (37) dan keponakannya Hr(9), Rini meninggal dunia, sedangkan Hr dapat diselamatkan |
| 28-10-2005 | Cileduk, Tangerang | Ina Sholiati (19) dan adiknya Ik(9). Ina meninggal dunia, sedangkan Ik dapat diselamatkan |
| 28-2-2006 | Mojosongo, Boyolali | Hanif Cahya Fitri (12) dan adiknya Nanda Kurniawan (10). Keduanya meninggal dunia |
- PATOFISIOLOGI
Etiologi penyakit Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam.Sifat virus ini, yaitu; dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22°C dan lebih dari 30 hari pada 0°C.
Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik H5N1 (H=Haemagglutinin, N=Neuramidase) yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia. Kenapa?
Dikenal beberapa tipe antigenik Virus influenza, yaitu; tipe A, tipe B dan tipe C:
Tipe A : biasanya terdapat pada unggas, manusia, manusia, babi, kuda, anjing laut, dan ikan paus. Terdiri dari beberapa strain, yaitu; H1N 1, H3N2, H5N1, H7N7, H9N2 dan lain-lain
Tpe B dan C : hanya ditemukan pada manusia
Saat ini, penyebab flu burung adalah Highly Pothogenic Avian Influenza Viru, strain H5N1 (H=hemagglutinin; N= neuraminidase). Hal ini terlihat dari basil studi yang ada menunjukkan bahwa unggas yang sakit mengeluarkan virus Influenza A (H5N1) dengan jumlah besar dalam kotorannya. Virus Inluenza A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung pada unggas. Secara umum, virus Flu Burung tidak menyerang manusia, namun beberapa tipe tertentu dapat mengalami mutasi lebih ganas dan menyerang manusia.
Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A . Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Berdasarkan sub tipenya terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N) . Kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyakjenisnya.
Pada manusia:
hanya terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2,H7N7.
Pada binatang:
H1-H5 dan N1-N98. Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1.Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22 °C dan lebih dari 30 hari pada 0 °C. Virus akan mati pada pemanasan 60 °C selama 30 menit atau 56 °C selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodin.
Penularan dari unggas ke manusia terjadi lewat kontak air liur dan kotoran unggas. Kontak itu terjadi lewat sentuhan langsung atau juga melalui kendaraan yang mengangkut hewan-hewan itu. Juga termasuk kandang, alat-alat peternakan, pakan ternak, pakaian, sepatu para peternak
Penularan Flu burung (H5N1) pada unggas terjadi secara cepat dengan kematian tinggi. Penyebaran penyakit ini terjadi diantara populasi unggas satu pertenakan, bahkan dapat menyebar dari satu pertenakan ke peternakan daerah lain. Sedangkan penularan penyakit ini kepada manusia dapat melalui udara yang tercemar virus tersebut, baik yang berasal dari tinja atau sekreta unggas terserang Flu Burung. Adapun orang yang mempunyai resiko besar untuk terserang flu burung (H5N1) ini adalah pekerja peternakan unggas, penjual dan penjamah unggas.
Dengan demikian, penularan di duga tidak langsung dari udara, tetapi virus flu burung dibawa lewat udara dan menempel pada benda-benda, lalu baru menular jika virus mengalami kontak dengan hospes yang peka. Adapun urutan terjadinya kontaknya sbb:
· virus melepaskan antigennya ke dlm tubuh manusia,
· Terjadi reaksi antigen dan antibodi dalam tubuh
· Tubuh bereaksi membentuk imun
· Virus flu burung mempunyai amplop, sehingga relatif sensitif bila terkena zat kimia yang mengandung lipid, seperti deterjen.
Hal lain, belum ada bukti terjadi penularan dari manusia ke manusia. Disamping itu, belum bukti adanya penularan pada manusia melalui daging unggas yang dikonsumsi
- GEJALA DAN TANDA
Masa Inkubasi
Pada Unggas : 1 minggu
Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari
GEJALA PADA UNGGAS:
- Jengger berwarna biru
- Borok di kaki
- Kematian mendadak
- kerontokan bulu
- penrurunan produksi telur,
- pembengkakan di daerah kepala
- kelemahan
- gangguan respirasi
GEJALA KLINIS ( PADA MANUSIA ):
- Demam (suhu badan diatas 38 °C)
- lemas
- Pendarahan hidung dan gusi
- sesak nafas
- sakit kepala
- tidak nafsu makan
- muntah dan nyeri perut serta diare
- Batuk dan nyeri tenggorokan
- Radang saluran pernapasan atas
- Infeksi mata
- Nyeri otot Infeksi selaput mata (conjunctivitis)
- Dalam keadaan memburuk, terjadi severe respiratory distress, yakni sesak napas hebat, kadar oksigen rendah sementara kadar karbondioksida meningkat. Ini terjadi karena infeksi flu menyebar ke paru-paru dan menimbulkan radang paru-paru (pneumonia)
BERDASARKAN DEFINISI KASUS :
1. Kasus Observasi
Mengalami demam 38°C atau lebih disertai salah satu keadaan berikut:
· Batuk
· Radang tenggorokan
· Sesak nafas
Dengan pemeriksaan klinis dan laboratiumnya masih berlangsung
2. Kasus Suspek
Kasus suspek adalah seseorang yang menderita ISPA dengan gejala demam (temp > 38°C), batuk dan atau sakit tenggorokan dan atau ber-ingus serta dengan salah satu keadaan;
- seminggu terakhir mengunjungi petemakan yang sedang berjangkit klb flu burung
- kontak dengan kasus konfirmasi flu burung dalam masa penularan
- bekerja pada suatu laboratorium yang sedang memproses spesimen manusia atau binatang yang dicurigai menderita flu burung
- Kasus "Probable"
Kasus "probale" adalah kasus suspek disertai salah satu keadaan;
- bukti laboratorium terbatas yang mengarah kepada virus influenza A (H5N1), misal : Test HI yang menggunakan antigen H5N1
- dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonialgagal pernafasan/ meninggal
- terbukti tidak terdapat penyebab lain
4. Kasus Kompermasi (confirm)
Kasus kompermasi adalah kasus suspek atau "probale" didukung oleh salah satu hasil pemeriksaan laboratorium;
- Kultur virus influenza H5N1 positif
- PCR influenza (H5) positif
- Peningkatan titer antibody H5 sebesar 4 kali
PEMERIKSAAN:
Pada pemeriksaan laboratorium sampel, kita membutuhkan darah (serum), apus tenggorokan, bilas tenggorokan, maupun kotoran (feses). Uji yang dilaksanakan saat ini umumnya:
1. Rapid Test : Alat ini berbentuk kotak kecil plastik yang di dalamnya tersapat kertas putih dengan kode C (Control) dan T(Test) yang sudah ditetesi dengan antibodi virus flu burung yang berperan mendeteksi antigen virus. Jika unggas terkena flu burung, antigen virus pada unggas terikatbdengan antibody yang ada dalam kertas, sehingga aka muncul dua garis vertikal pada area C dan T. Tes ini sering digunakan kebenrannya karena hasilnya sering bertentangan dengan PCR, yaitu uji yang dinilai sangat akurat untuk mendeteksi adanya virus flu burung. Kemudian, uji ini tidak dapat menunujkan tingakat patogenitas (kemampuan menyebabkan sakit) virus.
2. HI (Hemaglutinasi Inhibisi)
Alat ini utnuk melihat antibodi terhadap Hemaglutinin (H). Uji ini lebih sensitif daripada rapid test dan cukup murah, meskipun membutuhkan waktu lebih lama (sekitar 3 hari).
3 AGP (Agar Gel Preipitation)
Alat inn untuk melihat anti bodi terhadap Neuraminidase (N)
- VN (Virus Netralisasi)
Alat ini untuk mengetahui pembentukan antibodi
- Isolasi Virus
- PCR (Polimerase Chain Virus)
Alat ini untuk memastikan adanya virus influenza A subtipe H5N1. Metode masih jarang digunakan pada hewan. Uji ini sebenarnya sensitif dan akurasinya tinggi, tetapi karena pembiayaannya mahal, sehingga masih jarang dipergunakan
Pada manusia ,selain pemeriksaan laboratories di atas, ada pula pemeriksaan laboratories yang meliputi:
· Pemeriksaan darah lengkap meliputi pemriksaan Hb, hitung jenis leukosit, hitung total leukosit, trombosit, laju endap darah, albumin, globulin, SGPT, SGOT, ureum, kreatinin, kreatin kinase, serta analisis gas darah.
· Pasien pemeriksaan mikrobiologi meliputi Rapid Test, ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay)., dan pemeriksaan antigen (HI, IF/FA)
Lebih lanjut, manusia pasien flu burung melakukan pula foto toaks, yaitu pemotretan pada daerah dada.
D. TERAPI DAN PENCEGAHAN
Terapi
Perlu ditekankan bahwa belum ada obat yang efektif untuk penyakit flu burung. Penelitian terhadap obat yang diberikan pada penderita flu burung masih terus dilakukan.
Obat antiviral:
· Amantadin
· Rimantadin
· Oseltamivir (tamiflu)*
· Zanamivir
Obat antiviral tersebut sering digunakan pada pasien flu burung, tetapi sejumlah virus flu burung ternyata resistan, sehingga obat sering tidak dapat bekerja. Namun ternyata Tamiflu ternyata yang paling efektif , berfungsi mencegah perbanyakan virus, tetapi tidak dapat memeatikannya. Kemudian obat hanya berfungsi jika flu burung baru terjadi selama 48jam saat virus flu burung mengalami perbanyakan
Adapun tindakan yang dilakukan pada pasien yang menderita flu burung antara lain:
1. Pasien dirawat dlm ruang isolasi selama ± 7 hari untuk menghindari pnularan lewat udara. Meskipun sampai saat ini belum ada bukti kuat bahwa flu brurung menular dari manusia ke manusia, tetapi kita tetap harus mewaspadai penyebaran virus dan kemungkinan virus melakukan mutasi maupun “perkawinan” dengan virus fluburung subtipe lain dan dapat menular antarmanusia.
2. Pemberian oksigen jika terdapat sesak nafas yang mengarah kepada gagal nafas
3. pemberian infus dan minum yang banyak
4. pengobatan terhadap gejala flu seperti pemberian penurun panas dan penghilang pusing, dekongestan, dan antitusif
5. Amantadin dan rimantadin sebagai penghambat hemaglutinin pada awal infeksi (48jam pertama) selama 3 sampai 5 hari 5mg/kg BB per hari dibagi 2 dosis. Jika penderita mengalami penurunan fungsi hati dan ginjal, maka dosis harus diturunkan.
6. Pemberian oseltamivir pada 48 jam pertama selama 5 hari
· Untuk anak dengan BB :
kurang dari 15 kg sebnayak 30 mg 2 kali sehari
lebih dari 15-23 kg sebanyak 45 mg 2 kali sehari
lebih dari 23-40 kg sebanyak 60 mg 2 kali sehari
lebih dari 40 kg 75 mg 2 kali sehari
· lebih dari 13 tahun 75 mg 2 kali sehari
Pengobatan bagi penderita flu burung adalah:
- Oksigenasi bila terdapat sesak napas.
- Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus).
- Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari.
- Amantadin diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari
Pencegahan
1. Biosekuriti
Adalah cara menangani ternak secara higienis. Cara meliputi semua tindakan yang merupakan pertahanan pertama untuk mengendalikan wabah dengan mencegah semua kemungkinan kontak penularan dengan peternakan yang tertular dan penyebaran penyakit.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, secara umum prinsip-prinsip kerja yang higienis, seperti:
· Mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri -merupakan upaya yang harus dilakukan oleh mereka yang kontak dengan binatang, baik dalam keadaan mati, apalagi ketika hidup.
· Karena telur juga dapat tertular, maka penanganan kulit telur dan telur mentah perlu dapat perhatian pula.
· Daging unggas harus dimasak sampai suhu 70 derajat C atau 80 derajat C selama sedikitnya satu menit. Kalau kita menggoreng atau merebus ayam di dapur, tentu lebih dari itu suhu dan lamanya memasak. Artinya, sejauh ini bukti ilmiah yang ada mengatakan bahwa aman mengonsumsi ayam dan unggas lainnya asal telah dimasak dengan baik.
· Pola hidup sehat. Secara umum pencegahan flu adalah menjaga daya tahan tubuh dengan makan seimbang dan bergizi, istirahat dan olahraga teratur. Jangan lupa sering mencuci tangan. Pasien influenza dianjurkan banyak istirahat, banyak minum dan makan bergizi
Khusus untuk pekerja peternakan dan pemotongan hewan ada beberapa anjuran WHO yang dapat dilakukan:
· Semua orang yang kontak dengan binatang yang telah terinfeksi harus sering-sering mencuci tangan dengan sabun. Mereka yang langsung memegang dan membawa binatang yang sakit sebaiknya menggunakan desinfektan untuk membersihkan tangannya.
· Mereka yang memegang, membunuh, dan membawa atau memindahkan unggas yang sakit dan atau mati karena flu burung seyogianya melengkapi diri dengan baju pelindung, sarung tangan karet, masker, kacamata google, dan juga sepatu bot.
· Ruangan kandang perlu selalu dibersihkan dengan prosedur yang
· Pekerja peternakan, pemotongan, dan keluarganya perlu diberi tahu untuk melaporkan ke petugas kesehatan bila mengidap gejala-gejala pernapasan, infeksi mata, dan gejala flu lainnya.
Dianjurkan juga agar petugas yang dicurigai punya potensi tertular ada dalam pengawasan petugas kesehatan secara ketat.
2. Vaksinasi
Merupakan program pengebalan dengan memasukkan virus flu burung yang sudah dilemahkan atau dimatikan, untuk merangsang pembentukan antibodi melawan virus flu burng apabila suatu saat menyerang, berupa vaksin inaktif.
Untuk hewan yang telah terlanjur sakit sebainya jangan divaksin karena keamanannya tidak bisa dijamin
3. Depopulasi dan Stamping Out
Dengan cara memutus rantai penyebaran virus flu burung
Depopulasi : Pemusnahan selektif (depopulasi) adalah suatu tindkaan mengurangi populasi unggas yang menjadi sumber penularan penyakit. Tindakan ini dilanjutkan dengan prosedur diposal , yaitu prosedur untuik melakukan pembakaran dan penguburan terhadap bangkai unggas, telur, kotoran (feses), bulu, alas kandang, pupuk, dan pakan ternak yang tercemar serta bahan dan peralatan lain yang tercemar, tetapi tidak dapat didesinfeksi secara selektif
Stamping out : merupakan tindakan pemusnahan secara menyeluruh yaitu memusnahkan seluruh unggas yang sakit maupun yagn sehat pada peternakan tertular dan semua unggas yang berada dalam radius 1 km dari peternakan tertular.
Pada Unggas:
Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
Vaksinasi pada unggas yang sehat
Pada Manusia:
Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang):
Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.
Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.
Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).
Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
Imunisasi.
Menggunkan obat antivirus
Masyarakat umum:
Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup.
Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya) Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800 °C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640 °C selama 4,5 menit.
Basuh tangan sesering mungkin, penjamah sebaiknya juga melakukan disinfeksi tangan (dapat dengan alcohol 70%, atau larutan pemutih/khlorin 0,5%untuk alat2/instrumen)
Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan mereka yang terpajan dan keluarganya. Perhatikan keluhan-keluhan seperti Flu, radang mata, keluhan pernafasan.
- PROGNOSIS DAN PEMBERANTASAN
PROGNOSIS:
Pasien yang diobati tamiflu , 24% sembuh dan yang tidak diobati tamiflu, 25% sembuh
Pasien penderita flu burung dapat pulang setelah tidak mengalami demam, tidak batuk, terdapat perbaikan foto toraks, dan pemeriksaan laboratorium yang sebelumnya tidak normal menjadi normal. Satu minggu setelah pulang, pasien harus melakukan kontrol ke rumah sakit yang dirujuk.
Penanganan jenazah penderita flu brurung harus secara khusus pula yaitu ditutup dengan plastiatau bahan lain yang tidak tembus air seperti kayu atau bahan lain yang tidakudah tercemar dan tidak boleh desemayamkan lebih dari 4 hari
PEMBERANTASAN
Kebijakan Pemerintah:
1. Memberikan konpensasi bagi peternakan rakyat selama 6 bulan dari 29 Januari– 30 Juli 2004 berupa DOC dan Pakan.
2. Memusnahkan semua unggas yang terserang flu burung dengan cara dibakar.
3. Mengadakan vaksinasi bagi ayam atau ternak unggas yang masih sehat.
4. Melakukan tindakan biosekuriti (pengawasan secara ketat terhadap lalu-lintas unggas produk unggas dan limbah peternakan unggas) untuk daerah yang bebas flu burung
DAFTAR PUSTAKA
Akoso B.T.1993.Kesehatan Unggas. Penerbit Kanisius, Yogyakarta
Anonim. 2005. Avian Influenza: Assesssing the Pandemic Threat. World Health Organization. January 2005.29.
Anonim, 2005. Artikel dan Laporan tentang Perkembangan Kasus Flu Burung, www.deptan.go.id
Anonim, 2004. Flu Burung, www.infeksi.com
Anonim, 2006. Artikel tentang Flu Burung, www.depkes.go.id
Anonim, 2006. Penanganan Penderita Flu Burung (H5N1), www.imfeksi.com
Anonim, 2006. Pengendalian infeksi pada Perawatan Flu Burung, www.infeksi.com
Budi Tri A.2006. Waspada Flu Burung, Penyakit Menular pada Hewan dan Manusia. Penerbit Kanisius, Yogyakarta
Nurheti Y. 2006, Menyingkap Rahasia Penyakit Flu Burung. Penerbit Andi, Yogyakarta
Rangga Tabu C,2001. –enyakit Ayam dan Penanggulangannya, volume 1, Penerbit Kanisius, Yogyakarta
World Health Organization, 2005. Consultation on Human Influenza A/H5, Avian influenza A (H5N1) Infection in Human, New England Journal of Medicine.
World Health Organization, 2005. WHO Interim Guidelines on Clinical Management of Humans Infected by Influenza A (H5N1), www.who.int/csr/disease/avian influenza/guidelines/Guidelines Clinical %20 Management H5N1 ref.pdf.
World Health Organization, 2005. www.who.int/csr/disease/avian-influenza
.
![]()
.
